Nama Tuan Syech Baringin cukup akrab di telinga masyarakat Kota Tebing Tinggi, karena ulama Thariqat kharismatik ini dahulu memimpin masyarakat Tebing Tinggi untuk melakukan perlawanan terhadap Jepang. Dia juga dikenal dengan kesaktiannya dan dalam satu kisah diriwayatkan, konon saat Tentara Jepang hendak menangkapnya, tiba-tiba Kampung Kebun Kelapa yang menjadi tempat tinggalnya berubah menjadi danau.
Semasa hidupnya Tuan Syech Baringin juga memiliki banyak santri. Karena ajaran yang dia sampaikan, hingga kini para pengikut thariqatnya masih menggunakan almanak yang dia tinggalkan untuk menentukan jatuhnya bulan Ramadhan sehingga terkadang tidak sama dengan ketetapan pemerintah.
Wisata religi berupa makam dari Tuan Syech Baringin terdapat di JL. Syech Baringin, Kelurahan Sei Sigiling. Makam tersebut bersebelahan dengan sebuah mushollah yang kondisinya terawat dengan baik. Tidak jauh dari makam terdapat rumah Syech Baringin berbentuk rumah gadang yang sudah dimakan usia.